Batam, STB – Suasana hangat tercipta dari sebuah ruang siaran sederhana di Batam, Rabu malam itu. Di depan kamera ponsel, beberapa jurnalis Kota Batam tampak sibuk mengaduk nasi, memasukkan lauk, dan menyusun kotak-kotak makan. Bukan untuk liputan, bukan pula untuk konten hiburan—melainkan untuk sebuah misi kemanusiaan.
Mereka menyiarkan aksi berjualan nasi kotak secara live di TikTok, sebuah cara tak biasa yang justru mendapat sambutan luar biasa. Dalam waktu hanya satu jam, donasi yang terkumpul menembus Rp18,7 juta. Semua berasal dari penjualan nasi kotak yang langsung diborong oleh penonton live.
“Ide ini muncul karena kami merasa terpanggil ketika melihat berita bencana beruntun di Sumatera; Aceh, Sumut, hingga Sumbar,” tutur Alfie Al Rasyid, salah satu jurnalis Batam yang menggagas kegiatan tersebut.
Awalnya, mereka hanya patungan modal untuk membuat sekitar ratusan nasi kotak. Tapi ternyata, apa yang mereka lakukan jauh lebih besar dampaknya. Setiap nasi kotak yang “dibeli” donatur tidak mereka makan sendiri—melainkan dibagikan kepada panti asuhan dan masyarakat yang membutuhkan di jalanan Kota Batam. Aksi sosial berlapis: bantu korban bencana, sekaligus memberi makan mereka yang kesulitan di kota sendiri.
“Bagi kita mungkin sederhana, tetapi bagi mereka, ini bisa menjadi harapan,” ujar Alfie.
Open donasi ini masih akan dibuka hingga Kamis, 4 Desember 2025. Rencananya, setelah dana terkumpul, para jurnalis akan berangkat langsung ke lokasi bencana dan menyerahkan bantuan berupa beras, minyak, mie instan, hingga kebutuhan paling mendesak para pengungsi.
Tak hanya uang, mereka juga membuka donasi pakaian layak pakai yang bisa dikirim langsung ke Posko Jurnalis Kota Batam di Media Centre Polresta Barelang.
“Semoga kegiatan kecil ini bisa membantu mereka bertahan dan bersabar,” kata Alfie.
Bagi masyarakat Batam dan seluruh Indonesia yang ingin ikut ambil bagian, donasi dapat disalurkan dengan membeli nasi kotak melalui nomor 0812-7020-6338 (Febri).














