Daerah

LAM Minta Polresta Barelang Cabut Status Tersangka Nenek Awe dan Dua Warga Pulau Rempang

Batam, STB.COM – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam mendesak Polresta Barelang mencabut status tersangka tiga warga Pulau Rempang, yakni Siti Hawa atau yang lebih dikenal sebagai Nenek Awe (67), Sani Rio (37), dan Abu Bakar alias Pak Aceh (54).

Ketiganya ditetapkan menjadi tersangka karena tuduhan perampasan kemerdekaan sebagaimana Pasal 333 KUHP, bulan Januari lalu.

Ketua LAM Batam, YM Dato’ H Raja Muhammad Amin, mengatakan, jangan ada lagi warga di Pulau Rempang menjadi korban.
“Kami ingin masyarakat di sana mendapatkan kepastian dan kenyamanan atas ruang hidup yang telah mereka tempati secara turun-temurun sejak ratusan tahun,” tegasnya.

Melalui agenda rapat pengurus di Gedung Nong Isa, Batam Center, Sabtu kemarin (1/2/2025), LAM Batam merumuskan lima sikap menyangkut Rempang.

Pertama, kata Raja Muhammad Amin, LAM Batam mendesak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City ditinjau kembali. Kedua, masyarakat Kampung Tua yang ada di Pulau Rempang jangan direlokasi. Ketiga, mendesak transparansi pemerintah atas keberadaan PSN Rempang Eco City.

“Keempat, meminta LAM Provinsi Kepri mengundang anggota DPR RI dan DPD RI dapil Kepri menjembatani pertemuan dengan Presiden. Dan kelima, mendesak Kapolresta Barelang mencabut status tersangka tiga warga Rempang,” ujarnya.

Pengurus Baru

Sementara itu, dalam pertemuan yang sama, Raja Muhammad Amin yang terpilih sebagai Ketua Umum LAM Kota Batam menggantikan almarhum Nyat Kadir, awal Desember 2024 silam, mengumumkan pengurus baru.

Di jajaran pengurus harian, Raja Muhammad Amin dibantu Sekretaris Dato’ Muhammad Yunus dan Bendahara Dato’ Abdul Malik. Keduanya dikenal sebagai anggota DPRD Batam dan pejabat Pemko Batam.

Nama-nama baru tampak menghuni struktur kepengurusan LAM Kota Batam yang terdiri dari 89 orang Pengurus Harian itu. Di antaranya wartawan senior Ramon Damora, mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri dua periode yang kini menjadi Asesor Uji Kompetensi Wartawan dari PWI Pusat dan Dewan Pers.

Raja Muhammad Amin menambahkan, Wali Kota Batam terpilih, YM Dato’ Amsakar Achmad, duduk sebagai Ketua Umum Dewan Kehormatan LAM Kota Batam. Sejumlah tokoh juga dipercaya sebagai anggota DK, di antaranya Dato’ H Muhammad Rudi, Dato’ Jefridin Hamid, Dato’ Hasyimah Nyat Kadir, dll.

Raja Muhammad Amin berazam menjadikan LAM Kota Batam sebagai istana besar madani, yang bukan hanya berfungsi memberi tepuk tepung tawar, melainkan punya peran strategis dalam membangun Batam.

Setiap pengurus harus berperan aktif membesarkan LAM dengan mengedepankan akhlak, adat, dan adab,” demikian Raja Muhammad Amin. (*)

Redaksi Admin

Recent Posts

BP Batam Perkuat Diplomasi Investasi Lewat Perwakilan di Singapura

Batam, STB - BP Batam kembali mengaktifkan Liaison Officer di Singapura pada Jumat (27/2/2026). Langkah…

1 day ago

DPW NasDem Kepri Gelar Safari Ramadan di Karimun, Perkuat Konsolidasi dan Berbagi dengan Anak Yatim

  Karimun, STB - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW Partai NasDem Provinsi Kepulauan Riau,…

2 days ago

Operasi Penuh Saat Ramadan, Kilang Cilacap Pasok 348 Ribu Barel BBM per Hari

Cilacap, STB – Memasuki bulan Ramadan, aktivitas di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU)…

3 days ago

PLN Batam Hadirkan Program “Lentera Ramadan”, Tambah Daya Spesial Hanya Rp144.700

Batam, STB – PT PLN Batam kembali menghadirkan program promo tambah daya listrik bagi pelanggan…

4 days ago

Satreskrim Polresta Barelang Bagi Nasi ke Warga Tanjunguma, 150 Kotak Ludes Jelang Berbuka

  Batam, STB - Suasana sore di depan Masjid Al-Mutakin, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja,…

7 days ago

Konvoi 30 Motor Dibubarkan, Polisi Amankan 6 Remaja Diduga Hendak Perang Sarung di Banyumas

Banyumas, STB – Aparat kepolisian dari Polsek Tambak, Polresta Banyumas, mengamankan enam remaja yang diduga…

1 week ago