Kapal Angkut Limbah B3 Kandas di Perairan Batam, Penanganan Pencemaran Laut Dilakukan Terpadu

Screenshot

 

Batam, STB – Sebuah kapal Landing Craft Tank (LCT) Mutiara Garlib Samudera yang mengangkut limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dilaporkan kandas di perairan Pulau Dongas, Batam, Kepulauan Riau. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 20.53 WIB, dan memicu upaya penanggulangan pencemaran laut secara terpadu lintas instansi.

Sebelumnya, pada Senin (26/1/2026), kapal LCT Mutiara Garlib Samudera mengajukan permohonan pengawasan pemuatan barang berbahaya berupa oily water sekitar 100 ton dalam bentuk curah cair dan sludge oil sekitar 200 ton dalam bentuk jumbo bag. Muatan tersebut berasal dari kapal MT Nave Universe yang melakukan kegiatan tank cleaning di perairan Batu Ampar dan rencananya akan dibongkar di Pelabuhan Bintang 99 Persada.

Namun dalam pelayarannya, kapal LCT tersebut mengalami kandas. Berdasarkan laporan KNP 376, kondisi kapal saat ditemukan sudah miring ke kiri sekitar 15 derajat. Hasil pengamatan awal di lokasi menunjukkan muatan oily water dan sludge oil telah bergeser ke sisi kiri kapal, bahkan sebagian jumbo bag dilaporkan pecah dan muatan keluar dari kapal. Meski demikian, seluruh awak kapal dipastikan selamat.

Muatan Limbah Bergeser, Sebagian Terbawa Arus

Berdasarkan keterangan nakhoda, kapal LCT Mutiara Garlib Samudera mengangkut sekitar 250 jumbo bag sludge oil, dengan perkiraan sekitar 100 jumbo bag terbawa arus. Selain itu, terdapat oily water sekitar 70 ton yang berada di enam tangki ballast. Kebocoran muatan diketahui terjadi pada ballast 1, 2, dan 3 sisi kiri akibat kondisi manhole yang tidak kedap.

Selain muatan limbah, kapal juga membawa berbagai peralatan kerja, termasuk oil spill equipment, kompresor, winch besi, serta slang hose. Tangki slop dilaporkan dalam kondisi kosong saat kejadian.

Penanganan Cepat dan Terkoordinasi

Merespons kejadian tersebut, berbagai unsur dikerahkan dalam aksi penanggulangan pencemaran laut. Unsur yang terlibat antara lain kapal-kapal dari KSOP Khusus Batam, Pangkalan PLP Tanjung Uban, TNI AL Lantamal IV Batam, Polairud Polda Kepri, serta dukungan dari PT Pertamina Port & Logistic.

Langkah awal penanganan dilakukan pada Jumat (30/1/2026) dengan pemasangan oil boom untuk membatasi sebaran pencemaran. Proses alih muat limbah kemudian dilakukan menggunakan TB Elang Tirta V/BG HC 160 guna mengurangi beban kapal. Muatan yang telah terdampar di bibir pantai juga dikumpulkan dengan bantuan nelayan setempat dan diangkut ke fasilitas pengelolaan limbah B3 PT BSSTEC.

Pada Sabtu (31/1/2026), dilakukan penghisapan muatan oily water dari tangki ballast menggunakan pompa. Setelah proses tersebut, kapal dilaporkan telah mengapung kembali dan berada dalam kondisi stabil.

Kapal Dievakuasi ke Galangan

Selanjutnya, pada Senin (2/2/2026) malam, kapal LCT Mutiara Garlib Samudera ditarik menggunakan tugboat milik PT Tiger Trans Internasional. Kapal kemudian berlabuh jangkar di perairan depan galangan perusahaan tersebut pada Selasa (3/2/2026) dini hari, sebelum akhirnya dilakukan proses pengikatan di area galangan sambil menunggu jadwal naik dok.

KSOP Lakukan Pemeriksaan

Pasca penanganan pencemaran, KSOP Khusus Batam menyatakan akan melakukan pemanggilan terhadap awak kapal, pemilik kapal, serta pemilik muatan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. KSOP juga akan berkoordinasi dengan Korwas apabila dalam proses pendalaman ditemukan dugaan pelanggaran pidana di bidang pelayaran.

Seluruh rangkaian penanganan dilakukan sebagai bentuk sinergi lintas instansi guna menjamin keselamatan pelayaran, menjaga lingkungan laut, serta meminimalkan dampak pencemaran di wilayah perairan Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *