Purwokerto, STB – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menyambut periode Angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 5 Purwokerto menggelar pelatihan khusus pelayanan bagi pelanggan penyandang disabilitas. Kegiatan ini berlangsung di UPT Service On Train Stasiun Purwokerto dan diikuti oleh 70 petugas frontliner.
Peserta pelatihan terdiri dari berbagai unsur pelayanan terdepan KAI, di antaranya petugas loket, customer service, kondektur, Polsuska, prama dan prami, serta petugas announcer. Program ini bertujuan memperkuat pemahaman petugas mengenai kebutuhan pelanggan disabilitas agar mereka dapat memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan ramah.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa frontliner memiliki peran penting sebagai pihak yang pertama kali berinteraksi langsung dengan pelanggan.
“Petugas frontliner menjadi ujung tombak pelayanan. Karena itu mereka perlu memahami cara memberikan layanan yang tepat kepada pelanggan disabilitas agar perjalanan menggunakan kereta api dapat dirasakan secara aman dan nyaman oleh semua,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari staf pengajar Yayasan Kesejahteraan Usaha Tama (Yakut). Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar mengenai ragam disabilitas, khususnya bagi penyandang tunarungu, termasuk kategori Deaf atau tuli berat serta Hard of Hearing (HoH).
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan Bahasa Isyarat Indonesia melalui Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Pada sesi praktik, para petugas mempelajari berbagai bentuk komunikasi dasar menggunakan bahasa isyarat, mulai dari huruf alfabet A hingga Z, angka, hingga percakapan sederhana seperti salam dan penyebutan hari.
Kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan kepada seluruh petugas pelayanan sebagai bentuk kesiapan menghadapi lonjakan penumpang saat masa Angkutan Lebaran 2026.
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan transportasi yang inklusif, KAI Daop 5 Purwokerto telah melengkapi sejumlah fasilitas ramah disabilitas di stasiun. Fasilitas tersebut meliputi toilet khusus difabel, kursi roda, guiding block bagi penyandang tunanetra, jalur landai atau ramp, kursi prioritas di ruang tunggu, serta lift prioritas bagi penumpang disabilitas.
Selain menyediakan fasilitas fisik, petugas juga disiagakan untuk memberikan pendampingan kepada pelanggan disabilitas, mulai dari kedatangan di stasiun, proses naik ke kereta, hingga saat turun dari rangkaian kereta.
“KAI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar transportasi kereta api semakin inklusif dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat,” tutup As’ad. (*)














