STB.COM – Setelah laga tandang (away) Timnas kontra Australia pada Kamis (20/03/2025) kemarin, pada hari Selasa (25/03/2025) kembali Punggawa Garuda akan menjamu Tim Bahrain pada leg 2 putaran 3 kualifikasi Piala Dunia Grup C Zona Asia sebagai tuan rumah (home) di Stadion SUGBK, Jakarta.
Tentunya dapat dikatakan laga tersebut sebagai ajang bagi Coach Patrick untuk membuktikan, apakah beliau mampu membawa Garuda terbang tinggi atau sebaliknya Timnas kandas di tangannya. Pada laga leg 1 kontra Bahrain Timnas Indonesia bermain imbang 2-2 di Bahrain National Stadium, Riffa, Kamis (10/10/2024). Duel itu diwarnai keputusan kontroversial wasit, karena gol kedua Bahrain dicetak melebihi waktu tambahan yang ditetapkan.
Bila melihat laga kontra Australia kemarin, memang Patrick belum bisa memenuhi ekspektasi PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia yang telah memberi amanah kepadanya. Kekalahan telak dengan skor 5-1 sangat mengecewakan seluruh pendukung Timnas yang berharap Patrick dapat memberikan kejutan berupa kemenangan untuk keunggulan Timnas atas Australia dan dapat mencuri 3 poin penuh.
Harapan kemenangan atas Australia pada laga tersebut masihlah realistis bila melihat hasil laga Timnas kontra Australia pada leg 1 yang berakhir imbang tanpa gol ketika masih ditangani STY. Artinya Punggawa Garuda secara kualitas tidak lebih jelek dari pemain negeri Kangguru. Belum lagi pada laga tandang tersebut Tim Australia dalam kondisi yang sedang tidak baik – baik saja, infonya beberapa pemain andalan mereka tidak dapat turun main karena kondisi cedera.
Sementara kondisi Timnas sendiri menghadapi laga tersebut paska dipegang oleh Patrick telah menambah amunisi yakni Oley Romeny dan beberapa pemain naturalisasi baru lainnya. Tentu kondisi tersebut diharapkan memberi semangat dan kekuatan baru bagi Timnas Indonesia. Belum lagi Tim kepelatihan yang baru, Patrick Kluivert dan jajarannya pasti membawa konsep atau program persiapan tim dengan target yang tentunya tidak main – main dengan capaian prestasi maksimal, salah satunya bagaimana mengantarkan Timnas lolos menjadi kontestan piala dunia 2026.
Bila kita melihat sosok Coach Patrick, secara prestasi dan pengalaman sebagai pelatih kepala dapat dikatakan belum begitu teruji dibandingkan Coach CTY yang pernah sebagai pelatih kepala negaranya Korea Selatan dan sempat membuat kejutan dengan mengalahkan Timnas Jerman yang merupakan level Timnas papan atas piala dunia dan pernah menjuarai piala dunia. Waktu itu Tim Panser dikandaskan dengan skor 2-0 pada piala dunia tahun 2018 yang digelar di Rusia.
Memang Patrick Kluivert punya nama besar ketika berkarir sebagai pemain, namun STY selain pernah bersinar pada level piala dunia, untuk ukuran prestasi Timnas Indonesia telah berhasil diantarkannya sampai dengan lolos pada putaran 3 kulifikasi piala dunia Zona Asia yang kini dilanjutkan oleh Patrick. Tentunya sebuah prestasi yang tak mudah bagi tim – tim dari negara Asean untuk sampai ke tahap itu.
Kembali ke Coach Patrick, laga Timnas kontra Bahrain nanti menjadi ajang pembuktian baginya. Dengan status sebagai tuan rumah dan dukungan Suporter fanatik Timnas Indonesia yang akan memenuhi Stadion SUGBK untuk menyaksikan pertandingan tersebut dan melepaskan rasa penasaran terkait hasilnya. Apakah Coach Patrick berhasil merubah keadaan bagi Timnas Indonesia pada kualifikasi piala dunia Grup C Zona Asia, dengan memberi kemenangan atau sebaliknya kembali kalah dengan hasil yang mengecewakan.
Jika hal itu terjadi, maka pupuslah harapan pendukung Timnas untuk bisa melihat Punggawa Garuda tampil di pentas piala dunia 2026 nanti. Tentunya akan berdampak juga pada kelangsungan karir kepelatihan Patrick di Timnas Indonesia. Dalam hal ini PSSI, Erick Tohir dan jajarannya terpaksa harus kembali mengevaluasi siapakah yang pantas meneruskan tugas berat untuk menangani Timnas Indonesia kedepannya.
CATATAN BOLA COACH YUDI
Penulis : Coach Yudi Candra, Pengamat Sepakbola Kepri dan Pelatih Sepakbola berlisensi dari Asian Football Confederation (AFC).