Daerah

Harga Pangan Turun Usai Libur Natal dan Tahun Baru, Banyumas Raya Deflasi di Awal 2026

Purwokerto, STB – Wilayah Banyumas Raya mengawali tahun 2026 dengan tren deflasi. Dua daerah yang masuk kota Indeks Harga Konsumen (IHK), yakni Purwokerto dan Cilacap, sama-sama mencatat penurunan harga pada Januari 2026.

Kondisi ini dipengaruhi oleh meredanya permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Purwokerto mengalami deflasi sebesar 0,36 persen secara bulanan (mtm). Sementara secara tahunan, inflasi masih berada di angka 2,79 persen (yoy).

Di Cilacap, deflasi tercatat sedikit lebih dalam, yakni 0,42 persen (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 2,63 persen (yoy). Meski terjadi deflasi bulanan, Bank Indonesia memastikan inflasi tahunan Banyumas Raya tetap terjaga dalam target nasional sebesar 2,5±1 persen.

Penurunan harga di Purwokerto terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi cukup besar. Komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, hingga telur ayam ras menjadi penyumbang utama turunnya harga.

Hal serupa juga terjadi di Cilacap. Cabai merah, daging ayam ras, dan cabai rawit menjadi komoditas yang paling besar mendorong deflasi sepanjang Januari. Asisten Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto, Mahdi Abdillah menjelaskan bahwa kondisi ini tidak lepas dari normalisasi permintaan masyarakat setelah libur panjang akhir tahun.

“Pasca Natal dan Tahun Baru, permintaan kembali mereda. Ditambah pasokan cabai yang meningkat setelah masa panen di sejumlah sentra produksi,” ujar Mahdi saat ditemui di Purwokerto.

Mahdi menambahkan, terkendalinya inflasi di Banyumas Raya juga merupakan hasil sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang aktif melakukan berbagai program stabilisasi harga. Selama Januari, TPID telah menggelar pasar murah untuk menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok.

Selain itu, Koordinasi pengamanan pasokan pangan juga diperkuat, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. Ke depan Bank Indonesia bersama TPID Banyumas Raya masih akan terus meningkatkan kolaborasi, termasuk melalui pengembangan digital farming, intensifikasi operasi pasar, hingga kerja sama antar daerah.

“Bank Indonesia berkomitmen terus mengawal stabilitas harga agar inflasi Banyumas Raya tetap terkendali,” pungkas Mahdi. (*)

Redaksi Admin

Recent Posts

BP Batam Perkuat Diplomasi Investasi Lewat Perwakilan di Singapura

Batam, STB - BP Batam kembali mengaktifkan Liaison Officer di Singapura pada Jumat (27/2/2026). Langkah…

1 day ago

DPW NasDem Kepri Gelar Safari Ramadan di Karimun, Perkuat Konsolidasi dan Berbagi dengan Anak Yatim

  Karimun, STB - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW Partai NasDem Provinsi Kepulauan Riau,…

2 days ago

Operasi Penuh Saat Ramadan, Kilang Cilacap Pasok 348 Ribu Barel BBM per Hari

Cilacap, STB – Memasuki bulan Ramadan, aktivitas di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU)…

3 days ago

PLN Batam Hadirkan Program “Lentera Ramadan”, Tambah Daya Spesial Hanya Rp144.700

Batam, STB – PT PLN Batam kembali menghadirkan program promo tambah daya listrik bagi pelanggan…

4 days ago

Satreskrim Polresta Barelang Bagi Nasi ke Warga Tanjunguma, 150 Kotak Ludes Jelang Berbuka

  Batam, STB - Suasana sore di depan Masjid Al-Mutakin, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja,…

7 days ago

Konvoi 30 Motor Dibubarkan, Polisi Amankan 6 Remaja Diduga Hendak Perang Sarung di Banyumas

Banyumas, STB – Aparat kepolisian dari Polsek Tambak, Polresta Banyumas, mengamankan enam remaja yang diduga…

1 week ago