Batam, STB – Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Polda Kepri atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian fasilitas umum yang belakangan meresahkan masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri konferensi pers yang digelar di Mapolresta Barelang, Kamis (2/4/2026), bersama Wakil Kepala BP Batam/Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Dalam pengungkapan ini, jajaran Polda Kepri—khususnya Polresta Barelang dan Polsek Batuampar—berhasil menangkap enam pelaku pencurian serta dua penadah. Para pelaku diketahui terlibat dalam pencurian box pengendali traffic light, perangkat tower pemancar sinyal, hingga kabel lampu penerangan jalan umum, yang semuanya merupakan sarana penting bagi kelancaran aktivitas kota.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap jajaran Polda Kepri dan masyarakat atas pengungkapan tindak kriminal ini,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan bahwa barang-barang yang dicuri bukan hanya sekadar aset fisik, melainkan fasilitas vital yang berhubungan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan warga Batam. Dalam berbagai kunjungan lapangan, masyarakat selalu meminta penambahan penerangan jalan. Namun ironi terjadi ketika fasilitas yang sudah dibangun justru dirusak oleh pencurian kabel lampu jalan.
“Ini bukan persoalan nilai barang yang dicuri, tapi persoalan fasilitas umum yang mengganggu masyarakat Kota Batam secara keseluruhan. Kami harapkan masyarakat juga bisa berpartisipasi aktif. Jika menemukan tindak kejahatan, segera laporkan kepada kepolisian atau Pemerintah Kota Batam,” jelas Amsakar.
Menjaga Ketertiban Kota Jadi Tanggung Jawab Bersama
Amsakar menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga tata ketertiban kota. Dengan perkembangan Batam yang begitu pesat, gangguan terhadap fasilitas publik dapat menurunkan kenyamanan dan merusak wajah kota.
Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Li Claudia Chandra saat ini tengah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik dan membangun lingkungan kota yang aman, tertata, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Maka kita harapkan hal-hal yang kontraproduktif seperti ini jangan lagi berkembang di kota yang kita cintai ini,” tutup Amsakar.
Melalui pengungkapan kasus ini, Pemerintah Kota Batam kembali mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga fasilitas umum, tidak melakukan pembiaran terhadap tindakan merusak, dan mendukung upaya penegakan hukum demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan di seluruh wilayah kota.














