Hangatnya Ramadan di Pulau Terung: Ketika Laut, Doa, dan Kebersamaan Menyatu

Screenshot

Batam, STB – Angin laut berhembus lembut menyambut senja di Pulau Terung, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Sabtu (14/3/2026). Ombak kecil berkejaran di bibir dermaga, sementara warga berdiri menanti dengan wajah penuh harap. Sore itu, pulau kecil di wilayah hinterland Batam itu terasa sedikit lebih ramai dari biasanya.

Sebuah rombongan datang menyeberangi laut dari Pelabuhan Internasional Sekupang. Perjalanan yang memakan waktu kurang dari satu jam itu membawa rombongan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kepulauan Riau dalam rangka Safari Ramadan.

Di antara rombongan tersebut, tampak Ketua DPW Partai NasDem Kepri Pietra Machreza Paloh, didampingi Wakil Ketua II DPRD Kepri Tengku Afrizal Dahlan, anggota DPRD Kepri Bobby Jayanto, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, serta sejumlah pengurus partai seperti Wan El Kenz, Aldian Sanesta, dan Erwan Bachrani. Turut hadir pula tokoh perempuan Batam, Hasimah, istri mendiang Wali Kota Batam Nyat Kadir.

Begitu kapal merapat di dermaga, suasana langsung berubah hangat. Warga Pulau Terung yang sudah menunggu sejak sore menyambut rombongan dengan senyum dan sapaan akrab. Seolah menyambut kerabat yang pulang ke kampung halaman.

Tokoh masyarakat setempat, La Ode Salman, menjadi yang pertama menyambut kedatangan mereka. Jabat tangan dan percakapan ringan mengalir di antara warga dan rombongan, menandai dimulainya kebersamaan di pulau kecil yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Karimun dan tak jauh dari perairan Malaysia itu.

Bagi Pietra Machreza Paloh, Pulau Terung bukanlah tempat yang asing. Pulau ini bahkan menyimpan kenangan pribadi baginya.

“Pulau Terung sangat istimewa bagi saya. Saya sudah beberapa kali datang ke sini,” ujarnya dalam sambutan.

Ia kemudian mengingat sebuah momen yang membuat pulau itu semakin bermakna.

“Ramadan tahun lalu saya merayakan ulang tahun di Pulau Terung. Itu yang membuat tempat ini punya kenangan tersendiri bagi saya,” kenangnya.

Di hadapan masyarakat yang hadir, Pietra juga mengajak warga untuk mendoakan Wali Kota Batam sekaligus Ex Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin mengaku merasakan pengalaman berbeda saat menunggu waktu berbuka puasa di Pulau Terung.

Di tengah hembusan angin laut dan suasana pulau yang tenang, ia merasakan nuansa Ramadan yang lebih syahdu dibandingkan di tengah hiruk-pikuk kota.

“Ketika kapal bertambat dan kami disambut masyarakat, rasanya sangat istimewa. Apalagi sambil menunggu waktu berbuka, angin sepoi-sepoi membuat suasana terasa lebih khusyuk. Ini berbeda sekali dengan suasana di kota,” katanya.

Meski Pulau Terung bukan daerah pemilihannya, Kamaluddin membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi.

“Kalau ada aspirasi masyarakat, silakan disampaikan. Nanti akan saya bawa ke DPRD Kota Batam,” ujarnya.

Bagi warga Pulau Terung, kunjungan ini bukan sekadar agenda politik atau kegiatan seremonial. Ada rasa haru yang sulit disembunyikan.

Tokoh masyarakat Pulau Terung, La Ode Salman, mengaku bangga kampungnya menjadi salah satu tujuan Safari Ramadan.

“Alhamdulillah kami merasa tersanjung. Kampung kecil kami dikunjungi di bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Ia berharap kunjungan seperti ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi dapat terus dilakukan, terutama ke pulau-pulau di wilayah Belakangpadang dan daerah hinterland lainnya.

Menurutnya, dengan datang langsung ke pulau-pulau kecil, para pemimpin dapat melihat potensi dan kebutuhan masyarakat secara lebih nyata.

“Kalau sering datang ke sini, tentu mereka bisa melihat langsung kondisi masyarakat. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kebaikan bagi kami,” harapnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan NasDem Kepri juga menyalurkan santunan kepada 70 anak yatim di Pulau Terung. Anak-anak yang hadir tampak antusias menerima bantuan itu, sementara para orang tua memandang dengan rasa syukur.

Suasana semakin hangat ketika warga Pulau Terung memberikan kejutan ulang tahun kepada Pietra Machreza Paloh. Meski hari lahirnya telah lewat pada 3 Maret, warga menyiapkan sebuah kue ulang tahun sebagai tanda kedekatan.

Di tengah tawa dan tepuk tangan warga, Pietra memotong kue tersebut. Senyumnya tak lepas, menikmati momen kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.

Menjelang azan Magrib, hidangan berbuka mulai disiapkan. Aroma makanan bercampur dengan semilir angin laut, menciptakan suasana Ramadan yang khas di pulau kecil itu.

Saat azan berkumandang, rombongan dan warga duduk bersama menikmati hidangan berbuka. Tak ada sekat, hanya kebersamaan.

Di Pulau Terung sore itu, Ramadan terasa lebih hangat—bukan hanya karena hidangan berbuka, tetapi karena pertemuan, perhatian, dan rasa kekeluargaan yang terjalin di antara mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *