Batam, STB – Sebanyak 30 perusahaan besar di Kota Batam berkomitmen mengalokasikan minimal 20 persen kebutuhan tenaga kerja untuk masyarakat lokal.
Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam dalam memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal.
Kesepakatan bersama tentang sinergi penguatan urusan ketenagakerjaan itu ditandatangani Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Ketua APINDO Batam Rafky Rasyid di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (11/9/2026). Penandatanganan disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Amsakar mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan memastikan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Batam turut memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, khususnya dalam memperoleh pekerjaan.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Batam meningkat dari 6,76 persen pada 2025 menjadi 7,28 persen pada Semester I 2026. Sementara realisasi investasi mencapai Rp 29,9 triliun.
Meski demikian, tingginya arus migrasi menjadi tantangan dalam pengendalian tingkat pengangguran di Batam.
Karena itu, Pemko Batam mendorong kebijakan yang memberikan kesempatan lebih besar kepada tenaga kerja lokal. Pemerintah juga mengoptimalkan dana IMTA sekitar Rp 40 miliar untuk pelatihan dan peningkatan keterampilan masyarakat.
Ketua APINDO Batam Rafky Rasyid mengatakan, pihaknya siap mendukung kebijakan tersebut. APINDO memiliki sekitar 700 perusahaan anggota yang diharapkan ikut memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Yudi Suprapto mengatakan, sebanyak 30 perusahaan besar telah menyatakan komitmennya untuk mengalokasikan minimal 20 persen kebutuhan tenaga kerja bagi warga lokal.
Sebagai tahap awal, PT Pegai Union bahkan telah merealisasikan kebutuhan 200 tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari masyarakat lokal.
Yudi menambahkan, proses penempatan dan evaluasi tenaga kerja akan dipantau melalui aplikasi terintegrasi Sistem Informasi Manajemen Ketenagakerjaan (SIMNAKER).
Dengan kerja sama ini, Pemko Batam berharap pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
